Bank Mandiri, BCA, BNI & BRI Paling Kena Dampak GWM
Minggu, 25 Jul 2004 10:45 WIB
Bogor - Empat bank besar pengelola dana pihak ketiga (DPK), yakni Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI, paling terkena dampak peraturan baru Bank Indonesia (BI) tentang Giro Wajib Minimum (GWM).Pasalnya, empat bank itu memiliki DPK melampaui Rp 50 triliun. Demikian diungkapkan analis perbankan Trimegah Securities, M.Aditya Wardhana, dalam Trimegah Securities Media Gathering di Hotel Novus Puncak, Bogor, Sabtu-Minggu (24-25/7/2004)."Dilihat dari besarnya dana yang harus dialokasikan untuk tambahan GWM, maka Bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI, yang paling terkena karena DBK melampaui Rp 50 triliun," kata Aditya.Namun dia melihat, kebijakan BI tersebut masih dapat diterima karena efektif menyerap kelebihan likuiditas sektor perbankan tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan maupun kinerja perbankan secara signifikan. Walaupun peraturan tersebut juga memiliki dampak yang kurang menguntungkan kepada bank-bank yang justru dapat melakukan fungsi intermediasi dengan cukup baik.Seperti diketahui, GWM yang baru menyebutkan, perbankan yang memiliki DPK melampaui peraturan akan dikenai tambahan GWM 3% dari sebelumnya 5% dari keseluruhan DPK. Keempat bank itu masing-masing memiliki DPK Bank MAndiri Rp 179 triliun, BCA Rp 119,3 triliun, BNI Rp 97,7 triliun dan BRI Rp 75,9 triliun."Secara umum, tambahan GWM tidak berpengaruh signifikan terhadap posisi likuiditas beberapa bank publik karena LDR yang masih relatif rendah," kata Aditya. Keempat bank itu memiliki Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri 42,8%; BCA 24,9%; BNI 48,4% dan BRI 65,7%.Aditya juga menjelaskan, peraturan GWM yang baru juga akan memberikan dampak yang cukup terasa terhadap bank-bank yang memiliki LDR relatif tinggi seperti Bank Niaga, Bank Panin, dan Bank NISP, karena posisi likuiditas mereka tidak terlalu berlebihan. LDR ketiga bank itu Bank Niaga 72,3%; Bank Panin 69,4% dan Bank NISP 81,5%.Aditya menyatakan, saat ini perbankan nasional masih mengalami positive spread karena selain kredit yang diberikan belum terlalu banyak, perbankan juga sudah menggenjot fee based income yang dapat menaikkan pendapatan mereka.Mengenai prospek harga saham perbankan yang tercatat di bursa, Aditya merekomendasikan untuk membeli saham BCA karena target harganya diprediksi mencapai Rp 275, Bank Mandiri dengan targeta harga Rp 1.475, Bank Niaga Rp 500, Bank Danamon Rp 2.775 dan BRI Rp 2.200. Sedangkan 3 saham direkomendasikan untuk ditahan (hold), yakni Bank NISP dengan target harga Rp 495, Bank Panin Rp 300,dan BNI Rp 1.225.
(nrl/)











































