Euphoria Pemilu Terjadi Sebelum Pelantikan Presiden

Euphoria Pemilu Terjadi Sebelum Pelantikan Presiden

- detikFinance
Minggu, 25 Jul 2004 19:16 WIB
Jakarta - Pasar saham akan kembali mengalami euphoria pemilu tahap II sebelum pelantikan presiden terpilih, yang akan dimulai pada minggu kedua dan ketiga Agustus 2004. Pada periode itu investor sudah melakukan antisipasi dimana harga saham akan mengalami kenaikan (bullish). Sebaliknya, sesudah pelantikan presiden terpilih justru pasar hanya akan merespon secara wajar sehingga pergerakan saham tidak terlalu bullish lagi. Demikian diungkapkan oleh Head of Research PT Trimegah Securities Tbk, Fajar R Hidayat dalam acara Trimegah Media Gathering yang berlangsung di Hotel Novus Puncak, Minggu,(25/7/2004).Menurut Fajar, euphoria pemilu cenderung terjadi sebelum masa pelantikan presiden atau sumpah jabatan seperti yang terjadi pada saat pelantikan Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati. Saat itu investor telah melakukan pembelian saham yang signifikan sebelumnya. Kondisi yang sama terjadi juga pada saat pelantikan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra dan Perdana Menteri India Shri Atal BV.Fokus perhatian pasar dalam euphoria pemilu tersebut selain masalah keamanan adalah koalisi suara, tim kabinet yang dibentuk terutama menteri-menteri ekonomi dan Jaksa Agung serta langkah 100 hari yang akan diambil calon presiden pada pemilu tahap II. Secara fundamental menurut Fajar, investor juga masih melihat valuasi Bursa Efek Jakarta (BEJ) lebih murah dibandingkan bursa regional dimana valuasi bursa 2004 (Price Earning/PE) sebesar 8,1 kali dengan pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) 18,3 persen.Sedangkan secara teknikal titik terendah indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk tahun 2004 telah terbentuk di level 660 dengan kisaran untuk jangka pendek pada level 740-770. Dimana untuk jangka pendek jika IHSG mampu menembus di level 770 maka indeks kedepannya cenderung menguat. Posisi IHSG di BEJ pada penutupan Jumat,(23/7/2004) ada di level 766,367.Maka itu kata Fajar, untuk semester II-2004 ini secara fundamental IHSG ditargetkan ke level 791 dan secara teknikal diperkirakan akan menuju level 835. Investor akan mulai memburu saham-saham unggulan (blue chip) atau saham yang nilainya masih murah.Sedangkan saham-saham yang direkomendasikan adalah sektor telekomunikasi, seperti saham Telkom diprediksi harga tertinggi bisa mencapai Rp 8.475 dan Indosat bisa mencapai Rp 4.675. Sektor peralatan berat (heavy equipment) seperti saham United Tractors yang bisa mencapai Rp 1.300 dan Hexindo Adiperkasa bisa mencapai Rp 1.975.Sektor pertambangan seperti saham Bumi Resources bisa mencapai Rp 775. Sektor perbankan seperti saham BRI bisa mencapai Rp 2.200, saham BCA bisa mencapai Rp 2.075 dan saham Bank Mandiri bisa mencapai Rp 1.475. Sektor semen seperti Semen Cibinong bisa mencapai Rp 425. Sektor farmasi seperti Dankos bisa mencapai Rp 720 dan saham Tempo Scan Pacific bisa mencapai Rp 7.300. (rif/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads