Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Menipis

Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Menipis

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2012 09:36 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Menipis
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketinggalan penguatan bursa Asia dengan menipis 8 poin. Investor masih menunggu keluarnya laporan kinerja emiten tahun 2011.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 9.200 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.220 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 8,529 poin (0,21%) ke level 3.930,313. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 2,151 poin (0,30%) ke level 695,359.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Rabu (11/1/2012), IHSG menipis 8,551 poin (0,22%) ke level 3.930,291. Indeks LQ 45 melemah 1,811 poin (0,25%) ke level 695,699.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, barulah IHSG balik arah ke zona hijau, naik tipis 11,995 poin (0,30%) ke level 3.950,827. Sementara Indeks LQ 45 menguat 3,180 poin (0,46%) ke level 700,690.

Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga 49 poin. Banjir dana-dana asing lebih dari setengah triliun rupiah mendorong IHSG hingga menembus lagi level 3.900.

Investor fokus pada proses pemulihan ekonomi di AS dan kinerja emiten sambil menunggu penyelesaian krisis utang Eropa. Pelaku pasar juga menanti hasil lelang obligasi Italia dan Spanyol yang pasti mempengaruhi pasar.

Bursa-bursa regional kompak berjalan di jalur hijau, namun dengan penguatan yang tipis. Data impor baja Cina yang meningkat menjadi sentimen positif di pasar.

Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,08 poin (0,00%) ke level 2.285,82.  
  • Indeks Hang Seng naik 60,63 poin (0,32%) ke level 19.064,91.  
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 13,42 poin (0,16%) ke level 8.435,68.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 0,42 poin (0,02%) ke level 2.720,25.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 9.200 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.220 per dolar AS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads