Terpangkas 29 Poin, IHSG Nyaris Tinggalkan 3.900

Terpangkas 29 Poin, IHSG Nyaris Tinggalkan 3.900

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2012 16:10 WIB
Terpangkas 29 Poin, IHSG Nyaris Tinggalkan 3.900
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 29 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham konsumer. Indeks pun nyaris tinggalkan level psikologis 3.900.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.210 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.220 per dolar AS.

Membuka perdagangan, IHSG menipis 8,551 poin (0,22%) ke level 3.930,291, ketinggalan penguatan bursa Asia. Investor masih menunggu keluarnya laporan kinerja emiten tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah pembukaan, indeks langsung menanjak ke posisi tertingginya di 3.954,856 poin akibat aksi beli. Namun, aksi ambil untung langsung terjadi saat indeks sudah naik tinggi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 17,779 poin (0,45%) ke level 3.921,063. Saham-saham lapis dua banyak terkena aksi ambil untung.

Indeks nyemplung semakin dalam di zona merah akibat aksi ambil untung yang tak kunjung usai. Bahkan, indeks sempat ambles ke posisi paling dalam hari ini di level 3.902,345.

Menutup perdagangan, Rabu (11/1/2012), IHSG terpangkas 29,202 poin (0,75%) ke level 3.909,640. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 5,987 poin (0,86%) ke level 691,523.

Menguatnya bursa-bursa di Asia cukup memberi sentimen positif pada pergerakan IHSG. Akan tetapi, investor masih menanti hasil lelang obligasi Italia dan Spanyol yang pasti mempengaruhi pasar.

Saham-saham yang pagi tadi diburu langsung dilepas memasuki perdagangan sesi II. Investor semakin gencar lakukan profit taking memanfaatkan posisi indeks yang sudah tinggi.

Sektor agribisnis menjadi satu-satunya yang menopang bursa saham. Namun sayang, koreksi yang terjadi di sembilan sektor memaksa indeks jatuh ke zona merah.

Transaksi di pasar saham sedikit meningkat akibat adanya penjualan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) oleh investor asing senilai Rp 981,48 miliar di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan antara broker Danpac Sekuritas (BQ) dan CIMB Securities (YU).

Tanpa melihat transaksi tersebut, arus dana asing tetap masuk ke pasar modal. Hingga sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 291,855 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.286 kali pada volume 9,222 juta lot saham senilai Rp 4,995 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Bursa saham China tak mampu kembali ke zona hijau dan harus puas ditutup negatif. Padahal bursa-bursa saham lainnya di regional bisa menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melemah 9,70 poin (0,42%) ke level 2.276,05. Β 
  • Indeks Hang Seng menguat 147,66 poin (0,78%) ke level 19.151,94. Β 
  • Indeks Nikkei 225 naik 25,62 poin (0,30%) ke level 8.447,88. Β 
  • Indeks Straits Times menanjak 22,09 poin (0,81%) ke level 2.741,92. Β 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 9.000 ke Rp 384.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.550 ke Rp 41.800, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 134.000, dan Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 500 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.350 ke Rp 75.600, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 11.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 60.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 17.750.


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads