Bank Niaga Tunda Pelaksanaan Right Issue

Bank Niaga Tunda Pelaksanaan Right Issue

- detikFinance
Senin, 26 Jul 2004 11:25 WIB
Jakarta - PT Bank Niaga Tbk menunda rencana pelaksanaan right issue sebesar Rp 1 triliun yang semula akan dilakukan pada Agustus 2004 mendatang. Namun demikian, pelaksanaan right issue akan tetap dilakukan tahun ini dalam rangka mengantisipasi kinerja tahun depan."Rencana right issue semula Agustus, kita tunda dulu karena kita akan memperhatikan kepentingan shareholder (pemegang saham). Namun pembahasannya tetap dilakukan oleh working team secara detil dengan terus melakukan pembicaraan terhadap Commerce Asset dan PPA," kata Presdir Bank Niaga Peter B Stok dalam jumpa pers di Graha Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/7/2004).Menurut Peter, pelaksanaan right issue lebih bersifat fleksibel begitu juga waktunya. Jika dirasakan sudah final maka akan segera dilakukan. Pelaksanaan right issue akan meningkatkan modal Bank Niaga yang juga akan meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 17 persen dibanding posisi Juni 2004 yang besarnya CAR 11,61 persen.Diakui pembicaraan dengan pemegang saham itu terutama dengan PPA dan Commerce Asset. Namun Peter membantah pelaksanaan right issue tertunda karena PPA akan menjual sahamnya di Bank Niaga."Tidak seperti itu, Tapi ini memang terus dalam pembicaraan. PPA juga memiliki konsern pertumbuhan yang bagus ke Bank Niaga," ujarnya.Ditegaskan Peter, right issue tersebut sangat penting dilakukan pada tahun ini karena bisa mengantisipasi kinerja di tahun 2005. Apalagi pada tahun ini kinerja Bank Niaga melebihi target yang diproyeksikan. Namun jika right issue belum bisa dilaksanakan maka CAR nasih aman diposisi 10-11 persen dengan tetap menjalankan target ekspansi kredit tahun 2004. Target Laba BersihUntuk tahun 2004, Peter menjelaskan Bank Niaga kemungkinan bisa mencapai laba bersih Rp 500 miliar dibandingkan target semula sebesar Rp 460 miliar. Optimisme ini karena laba bersih sampai semestar I/2004 telah mencapai Rp 301,9 miliar."Namun kita belum melakukan revisi bujet," ujarnya. Untuk pinjaman kredit hingga akhir tahun 2004 diharapkan tetap tumbuh 30 persen menjadi Rp 19 triliun dibandingkan semester I/2004 yang sebesar Rp 16,5 triliun.Peter juga menjelaskan pada 23 Agustus mendatang Bank Niaga akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda mengubah anggaran dasar yang sesuai dengan pembentukan unit syariah sehingga diharapkan setelah RUPS Bank Niaga bisa tetap membuka unit syariah dari rencana sebelumnya bulan Juli 2004. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads