Menurut Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, maskapai plat merah itu akan melaporkan jumlah bahan bakar yang digunakan setiap penerbangannya ke Eropa tahun ini.
"Nanti di akhir tahun akan kami ketahui apakah ada beban tambahan atau tidak," katanya kepada detikFinance, Jumat (18/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tahun 2011, Garuda mengangkut 17,1 juta penumpang, meningkat 36,8% dibanding 12,53 juta penumpang di 2010. Penumpang penerbangan domestik masih menguasai dengan jumlah 13,9 juta, sementara international hanya 3,2 juta.
Frekuensi penerbangan Garuda (domestik dan internasional) juga mengalami peningkatan 27% menjadi 130.043 penerbangan, dibanding periode 2010 sebanyak 102.724 penerbangan.
Seperti diketahui sebelumnya, resmi mulai 1 Januari 2012, Eropa menetapkan hukum baru terkait emisi gas CO2 yang dikeluarkan oleh pesawat baik yang terbang ke dalam maupun ke luar Eropa.
Aturan Eroupe Union Emissions Trading Scheme (ETS) itu berlaku di 27 negara anggota Uni Eropa, dan mengharuskan seluruh maskapai penerbangan yang menuju maupun keluar Eropa melaporkan emisi karbon armadanya masing-masing.
Jika laporan emisi karbon salah satu maskapai melebihi batas yang diperbolehkan, maka maskapai penerbangan itu harus membayar denda.
Aturan tersebut membuat banyak maskapai di dunia geram, salah satunya asosiasi maskapai dari China yang menyatakan tidak akan membayar pajak emisi karbon itu.
(ang/dnl)











































