Menurut Direktur Keuangan INTA, Fred L. Manibog, peningkatan angka pembiayaan disebabkan oleh naiknya permintaan alat berat pada industri pertambangan. Khususnya batu bara dan nikel.
"Porsi pembiayaan pertambangan batu bara dan nikel mencapai 80% dari keseluruhan pembiayaan yang disaluarkan IBF," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga mengakui, tahun ini permintaan batu bara tetap tinggi sehingga berpengaruh positif kepada kinerja perusahaan pembiayaan alat berat, termasuk IBF.
"Kami optimis dapat meraih kinerja lebih optimis lagi," tambahnya.
(wep/hen)











































