"Yang saya amati mungkin beberapa emiten di Indonesia tidak akan semudah sebelumnya dalam mendapatkan pendanaan dari negara-negara yang sekarang sedang krisis," ujar President Director Country Head Indonesia Baradita Katoppo saat ditemui di Ballroom Hotel Four Season,Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Namun, Baradita menyatakan emiten yang mengalami kesulitan tersebut merupakan emiten yang mendapatkan pendanaan dari negara Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk perekonomian Indonesia secara keseluruhan, Baradita menyatakan, dampaknya tidak secara langsung mengingat perekonomian Indonesia saat ini bisa dikatakan masih tahan banting.
"Dampak ke Indonesia ada, yang pasti Indonesia kan relatif resilient artinya relatif tahan banting dan tetap kuat perekonomiannya, kemudian ada dampak secara tidak langsung terhadap Indonesia dan dunia itu pasti terasa," ujarnya.
Baradita melihat dampak downgrade beberapa negara Eropa tersebut juga belum berdampak pada pasar utang Indonesia.
"Sejauh ini kelihatannya tidak terlalu berpengaruh ya, kemarin kita terbitkan global bond, itu malah sangat bagus kan hampil 3x lipat, yield-nya sangat ketat, 30 tahun pula," jelasnya.
Baradita menambahkan dengan naiknya peringkat utang Indonesia pada bulan lalu, Indonesia bisa melebihi Filipina, meskipun masih dibawah Singapura dan Malaysia.
"Indonesia adalah ekonomi terbesar di kawasan inii kita kan triple B minus, Filipina kan masih double B plus, Thailand sama dengan kita, Malaysia di atas kita, Singapura juga di atas kita," pungkasnya.
(nia/ang)











































