Pada Senin (16/1/2012), kantor berita negara, BSS melaporkan, kabinet Perdana Menteri Sheikh Hasina telah mengumumkan larangan membeli saham lokal bagi PNS dan tentara Bangladesh.
"Kami telah memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham hingga perintah selanjutnya," ujar Chief Executive Bursa Saham Dhaka, Mosharraf Hossain seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memahami laporan media tentang larangan bagi PNS dan juga tentara berinvestasi di pasar saham itu bisa menciptakan kebingungan di antara investor dan berdampak merugikan pada pasar," ujarnya.
Langkah tersebut langsung mendapatkan protes dari hampir 1.000 orang investor, sehingga mengganggu lalu lintas di pusat kota Dhaka. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan melawan pemerintah.
"PNS dan tentara harus diperbolehkan berinvestasi di saham-saham untuk kepentingan pasar saham," ujar Inspektur Polisi, Hayat-uz-zaman.
Pemerintah Bangladesh tercatat memiliki karyawan terbanyak di negara tersebut dengan lebih dari sejuta PNS, dengan tentara nasional yang mencapai 160.000. Total penduduk di negara tersebut mencapai 150 juta.
Aksi protes itu muncul setelah indeks saham DGEN turun 3,33% ke level 4.864,30 pada Senin, dan untuk pertama kalinya berada di bawah level 5.000 pada tahun ini.
(qom/dnl)











































