Menurut Direktur Utama Bahana TCW, Edward Lubis, untuk menambah dana kelolaaan, pihaknya akan lebih banyak menerbitkan produk reksa dana dengan inovasi baru.
Jenis reksa dana sahamm akan lebih banyak diterbitkan perseroan, mengingat tingkat return investasi yang cukup tinggi. Sehingga management fee juga secara proporsional tinggi.
"Bahana TCW akan memfokuskan diri pada pertumbuhan market share, dana kelolaan dan profitabilitas. Posisi bahana saat ini berada pada lima besar Manager Investor, dengan besaran dana kelolaan dan kisaran total market share, 7,5%," katanya di Jakarta, Kamis (19/1/2012).
Sepanjang tahun lalu, perseroan telah menerbitkan tujuh reksa dana baru. Enam reksa dana dengan jenis terproteksi, dan sisanya reksa dana terbuka.
Di 2011 juga, perseroan menerbitkan produk Bahana Quant Strategy. Ini merupakan reksa dana campuran kuantitatif berbasis saham. Produk ini juga dilengkapi mekanisme defensif aktif, saat kondisi pasar menunjukkan treen negatif.
"Secara otommatis, BQS akan bergerak agresif jika market bullish. Tapi dapat berubah defensif ketika market bearish. Produk ini dapat berinvestasi dengan alokassi 2%-79% pada efek saham. 2%-79% efek utang atau obligasi, 2%-79% pada pasar uang," tuturnya.
Produk BQS kini sudah memiliki dana kelolaan Rp 340 miliar. Tahun 2012 target dana kelolaan akan naik dua kali lipat.
(wep/ang)











































