Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya akan melihat dulu jumlah penawaran umum saham perdana Baturaja yang akan dilepas ke publik.
"Kami lihat harganya dan kalau mereka melepas jumlah saham kecil tidak dapat sinergi. Kami mau mayoritas, tapi tergantung pemerintah," kata Dwi ketika ditemui di Granada Ballroom Menara 165, Cilandak, Jakarta Selasa (24/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Dwi mengatakan, keputusan akuisisi terkait rencana perseroan mengakuisisi saham Baturaja kepada Kementerian BUMN. Rencana akuisisi oleh perseroan itu bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kapasitas produksi.
Lebih jauh Dwi mengatakan SMGR kemungkinan akan menerbitkan obligasi pada semester II-2012. Penerbitan obligasi itu merupakan bagian dari pencarian dana eksternal perseroan sekitar Rp 3-4 triliun.
Obligasi tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha. Hingga kini, perseroan belum menunjuk penjamin emisi efek untuk penerbitan obligasi itu. "Dana eksternal kemungkinan dari pinjaman dan obligasi. Dengan komposisi 50:50," tutur Dwi.
Dwi mengharapkan di 2012, volume produksi perseroan diperkirakan mencapai 19,8 ton. Pendapatan diperkirakan tumbuh 12% dan laba bersih tumbuh 10% pada 2011 kemarin. Hal itu didorong dari efisiensi perseroan dan volume produksi perseroan. "Kapasitas produksi sendiri bisa mencapai 22,5 ton pada 2012," tutup Dwi.
(dru/dnl)











































