Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Sumaryanto Widayatin setelah acara Refleksi 2011 dan Outlook 2012 BUMN, di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (25/01/2012).
"Untuk saat ini tidak ada rights issue. Dia (ADHI) kreatif saja. Misal obligasi, pasti itu dana yang termurah," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak cara, cari yang termurah. Bisa obligasi, pinjaman bank atau apapun. Tapi tidak bisa sewenenag-wenang mereka minta PMN untuk cari duit," katanya.
Sebelumnya, ADHI berencana menerbitkan saham baru dengan target perolehan dana sekitar Rp 800 miliar. Dananya akan digunakan untuk pengembangan perusahaan, termasuk untuk masuk ke bisnis IPP (independent powerplant project). Tahun ini, ADHI mencanangkan capex sebesar Rp 100 miliar.
ADHI juga telah mendapatkan proyek pembangunan Menara 100 lantai di Sudirman Central Business District (SCBD).
ADHI sendiri membidik laba bersih Rp 204,64 miliar tahun 2012 ini. Pencapaian ini meningkat 2,17% dari perkiraan laba 2011, yang akan ditutup pada kisaran Rp 183,37 miliar. Hingga November 2011, perseroan meraih pendapatan usaha Rp 4,91 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,36 triliun. Posisi laba bersih November juga naik tipis dari Rp 131,21 miliar menjadi Rp 147,1 miliar.
(dru/dnl)











































