"Dengan adanya hasil yang positif di 2011, kami dengan senang hati mengumumkan pengajuan rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi yaitu sebesar 35% dari laba bersih yang dinormalisasi di 2011," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (27/1/2012).
"Dividen yang diajukan tersebut akan dibayarkan pada tahun 2012 dan akan melalui persetujuan para pemegang saham pada RUPS mendatang," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan usaha sejatinya naik Rp 1,3 triliun dari Rp 17,45 triliun menjadi Rp 18,71 triliun. Laba sebelum pajak juga turun tipis dari Rp 3,867 triliun menjadi Rp 3,864 triliun.
"Kontribusi pendapatan layanan data sebesar 15% terhadap total pendapatan layanan telekomunikasi, dibanding 10% tahun sebelumnya. Serta kontribusi pendapatan selain percakapan sekarang telah mencapai hampir 50%. Pengguna layanan data sekarang telah melebihi setengah dari total pelanggan kami sedangkan trafik layanan data telah naik tiga kali lipat," jelas Hasnul.
Ia menambahkan, pengguna layanan data perseroan mencapai 25,5 juta, atau sekitar 55% dari total pelanggan XL. Sedangkan trafik penggunaan data tumbuh 295% dari 2,7 Petabyte menjadi 10,6 Petabyte di 2011.
"Kami berfokus pada perluasan jaringan untuk meningkatkan cakupan jaringan layanan data. Kami berhasil mencatat jumlah pembangunan BTS 2G dan 3G terbesar dalam setahun sepanjang sejarah," tegasnya.
Sebagai catatan, sepanjang 2011 perseroan memperkuat jaringan 3G dengan menambah lebih dari 6.000 BTS. Total BTS 3G mencapai 81% atau sekitar 4.910 BTS. Outstanding BTS perseroan hingga kini mencapai 28.273 BTS.
(wep/dnl)











































