Presiden Direktur PT SMS, Alexander Frans menjelaskan pembangunan pabrik awalnya direncanakan tahun 2011 lalu. Namun karena adanya penolakan dari masyarakat sekitar, terpaksa pelaksanaan mundur.
Kini perseroan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembangunan tidak akan merusak lingkungan. Khususnya, wilayah gunung Kendeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap tahun ini juga bisa dibangun. Karena rencana awal dibangun 2011. Taruhlah pabrik baru ini memproduksi 2,5 juta ton. Pembangunan memakan waktu dua tahun," jelas Corporate Secratery INTP, Sahat Panggabean menambahkan.
Hingga kini perseroan telah memiliki 12 pabrik semen yang tersebar di seluruh Indonesia. Sembilan pabrik berlokasi di Citeureup, Bogor, dua lagi di Palimanan dan Cirebon. Satu lagi di Kalimantan Selatan, tepatnya wilayah Tarjun, Kotabaru.
"Secara keseluruhan total kapasitas terpasang saat ini, 18,6 juta ton per tahun," imbuhnya.
(wep/dru)











































