Menurut Presiden TPIA, Erwin Ciputra, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/1/2012), pinjaman tersebut dicairkan dalam mata uang dollar AS atau rupiah. Pinjaman digunakan untuk pembiayaan proyek C4 Berivative. Yakni pembangunan pabrik ekstraksi Butadiene dan ekstraksi Butane-1 di Cilegon, Banten.
Pinjaman tanpa jaminan ini disepakati dengan tingkat bunga sebagai berikut; Pinjaman berdenominasi dollar AS, tingkat bunga SIBOR plus 4,9% per tahun, sedangkan pinjaman rupiah berbunga JIBOR plus 4,9% per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana didapat TPIA dari fasilitas berjangka dari lembaga keuangan sebesar US$ 150 juta. Pinjaman didapat pada 21 November 2011.
(wep/ang)











































