Menurut Corporate Secretary Indocement, Sahat Panggabean, industri semen sangat tergantung pada lini bisnis properti. Porsi produksi semen perseroan, separuhnya dipakai untuk rumah, apartemen dan bangunan hunian lain.
Namun untuk melancarkan bisnis properti, perlu adanya daya dukung infrastruktur. Untuk itu Indocement sangat senang jika infrastruktur di Indonesia kembali digalakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu saja, penjualan semen perseroan diprediksi mampu menembus angka 13,9 juta ton. "Rata-rata saja penjualan Indocement per bulan 1 juta ton, jadi bisa 13,9 juta ton kemarin," tambahnya.
Membaiknya permintaan semen dalam negeri, kebijakan pengurangan ekspor juga terus berlanjut di 2012. Dari ekspor hingga September 500 ribu ton, akan semakin susut. Orientasi penjualan adalah domestik, khususnya pasar di pulau Jawa dan Kalimantan.
"Semen itu tidak tahan lama, hingga kami ekspor pun tidak banyak. Tujuannya juga paling Bangladesh. 2012 (ekspor) akan turun, karena prioritas kami domestik," tegas Sahat.
"Kami pun berupaya memperbesar market share. Naik dari posisi saat ini 32%. Kalau diitung per PT, kami market share nomor satu di Indonesia. Namun jika di bandingkan Semen Gresik grup, kita kalah dengan mereka," timpalnya.
Perseroan kini memiliki kapasitas produksi terpasang 18,6 juta ton per tahun. Angka ini akan bertambah dalam tempo dua tahun, seiring selesainya pembangunan pabrik Pati berkapasitas 2,5 juta ton.
(wep/hen)











































