Demikian hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di usai rakor di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
"Biofarma dan Kimia Farma swap saham saja, kan ada saham negara. Nah, saham negaranya itu saja yang di-swap share," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya majority 60% tetap dipegang pemerintah," kata Hatta.
Sebelumnya, opsi yang ada untuk menciutkan jumlah BUMN farmasi adalah melakukan merger antara Kimia Farma dengan PT Indofarma Tbk (INAF). Opsi yang diambil sama, yaitu share swap.
Rencananya, saham pemerintah KAEF dan INAF akan ditukar, sementara saham publik INAF yang hilang akan diganti dengan saham baru lewat rights issue.
(ang/dnl)











































