Demikian dikutip dari hasil laporan kuartalan Antam oleh Sekretaris Perusahaan Bimo Budi Satriyo yang dikutip, Rabu (1/2/2012).
Penjualan emas Antam di 2011 sebesar 8.009 kg lebih tinggi dari target 5.820 kg. Hasil penjualan ini naik 22% dibanding 2010 yang sebesar 6.561 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volume produksi emas Antam di 2011 tercatat sebesar 2.667 kg atau 88% dari target 2011 yang sebesar 3.025 kg. Produksi ini terdiri 1.987 kg berasal dari Pongkor dan 680 kg dari Cibaliung.
Secara volume produksi emas Antam di 2011 turun 4% dibandingkan capaian di 2010 karena turunnya produksi emas Pongkor seiring dengan penurunan kadar bijih emas yang di tambang.
Kadar bijih emas merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol Antam mengingat tambang Pongkor dan Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah. Meski Antam mencatat penurunan produksi, tingginya permintaan menyebabkan volume penjualan emas mencapai 8.009 kg di 2011 atau naik 22% dibandingkan 2010 lalu.
"Volume penjualan Antam juga mencakup penjualan yang berasal dari pemurnian emas pihak ketiga sehingga volume penjualan total lebih tinggi dari volume produksi," kata Bimo.
Di 2012, Antam berharap produksi emas Cibaliung dapat ditingkatkan, sehingga menargetkan total produksi emas sebesar 3.109 kg yang berasal dari Pongkor sebesar 2.009 kg dan Cibaliung sebesar 1.100 kg.
Antam melaksanakan aktivitas eksplorasi emas di daerah Pongkor Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Papandayan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Cibaliung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, Mao Batuisi Karossa Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat dan Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua.
Antam telah merogoh dana Rp 110,5 miliar untuk eksplorasi emas di 2011 lalu.
(dnl/hen)











































