BEI Belum Tahu Morgan Stanley 'Caplok' Tiga Pilar

BEI Belum Tahu Morgan Stanley 'Caplok' Tiga Pilar

- detikFinance
Rabu, 01 Feb 2012 16:08 WIB
BEI Belum Tahu Morgan Stanley Caplok Tiga Pilar
Jakarta - Kabar kesepakatan penjualan PT Tiga Pilar Sekuritas (DG) kepada Morgan Stanley belum sampai ke teliga regulator pasar modal yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Belum ada konfirmasi dari keduanya meski kabarnya Tiga Pilar dan Morgan Stanley sudah 'jabat tangan'.

"Saya belum tahu. Itu harus tanyakan ke Tiga Pilar dan Morgan Stanley," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Rabu (1/2/2012). Hingga kini Tiga Pilar dan Morgan Stanley pun belum mengkonfirmasi kabar tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Morgan Stanley mencapai kata sepakat terkait penjualan Tiga Pilar Sekuritas. Tujuannya pembelian tidak lain karena potensi pasar investasi Indonesia, seiring kenaikan peringkat utang menjadi investment grade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Morgan Stanley, kata salah seorang sumber, mengalahkan Goldman Sachs dalam perburuan akuisisi Tiga Pilar Sekuritas. Anggota Bursa (AB) yang satu ini memang hangat dibicarakan diincar perusahaan investasi global. Tujuan tidak lain untuk ikut berpartisipasi dalam pasar investasi Indonesia.

Akuisisi AB dianggap lebih mudah, ketimbang perusahaan investasi global menunggu lelang kursi AB baru.

Menurut Direktur Perdagangan dan Peraturan BEI Wan Wei Yiong, sebelumnya jika ada perusahaan efek ingin menjadi AB harus menunggu selesainya peraturan lelang kursi yang masih digodok.

Dan nampaknya, pembahasan aturan lelang kursi masih lama. Bursa lebih memprioritaskan aturan lain yang penting.

"Aturan lelang kursi akan diatur dalam aturan tersendiri, dalam No. III-H. Pembahasannya perlu waktu. Kita akan lihat kapan jadinya. (Peraturan) ini ex-BEJ, maka dilakukan harmonisasi,

Total AB yang tercatat di BEI saat ini mencapai 120 sekuritas, tiga diantaranya berstatus suspen. Masih terdapat lima kursi kosong yang siap dilelang. Bukan sekali dua kali ini isu kursi salah satu AB diincar perusahaan investasi asing.

Sejak 2011 perusahaan sekuritas asal India, Religare Enterprises Limited dan Goldman Sachs telah menyatakan ketertarikannya menjadi AB.

Perwakilan Goldman Sachs Singapura serta Hongkong bahkan telah Wan Wei Yiong pertengahan 2010. "Mereka datang dan ingin menjadi Anggota Bursa (AB). Mereka bertanya, bagaimana caranya. Citi kemarin kan sudah masuk," tutur Wei Yiong kala itu.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads