Demikian disampaikan oleh Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Garuda tengah proses negosiasi dengan Bombardier. Rencananya jenis pesawat Bombardier tipe CRJ-1000 karena struktur badan pesawat lebih ringan 7 ton sehingga pemakaian bahan bakar lebih irit," kata Elisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat yang didatangkan sebanyak 18 unit. Skema pembelian pesawat tersebut yakni kombinasi antara enam financial list dan sisanya operating list. Dana berasal dari hasil Initial Public Offering (IPO)," kata Elisa
Pesawat tersebut direncanakan untuk melayani penerbangan pengumpan (fedder) dengan hub Ujung Pandang menuju Ternate, Balikpapan, Palu, dan Ambon.
Menurut Elisa, Garuda berniat untuk menambah 194 pesawat dengan berbagai jenis termasuk jet Bombardier tersebut. Rencana pembelian pesawat ini akan dibawa dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan besok (3/2/2012).
Sampai saat ini, dana hasil IPO Garuda masih tersisa Rp 1,397 triliun, dan yang sudah terpakai mencapai Rp 1,152 triliun.
(dnl/qom)











































