"Masih sesuai rencana. Kami sebagai BUMN harus tunggu keluarnya PP. Namun efektif Kuasi di Juni ini," kata Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan di kantornya, Cengkareng, Tangerang, Jumat (3/2/2012).
Perseroan pada bulan Maret siap menggelar RUPS luar biasa untuk meminta restu pemegang saham terkait rencana kuasi reorganisasi tersebut. Selama aturan PSAK terbaru belum berlaku, kesempatan kuasi perseroan masih terbuka lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan memang berencana menghapusbukukan saldo defisit sekitar Rp 6,8 triliun, berupa akumulatif kerugian dan penghitungan ulang atas aset GIAA yang mereka miliki.
"Kan yang dulu rugi terus. Ada gain dari revaluasi asset menjadi sesuai. Dalam prinsip akuntansi terbaru ada perbedaan. Yakni sebelumnya penilaian hanya dari nilai usia ekonomis. Yang sekarang, dinilai dari nilai pasar dan nilai produktifitas aset itu sendiri," paparnya.
Elisa mencontohkan, untuk pesawat berusia 15 tahun nilai ekonomisnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai buku. Karena untuk pesawat seri tertentu jika dijual ke pasar masih banyak peminat.
(wep/qom)











































