"Free cash kita tahun ini diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun. Jadi masih ada kekurangan. Kita upayakan pinjaman dari bank atau prinsipal sekitar US$ 200 juta," kata Direktur Keuangan GIAA, Elisa Lumbantoruan di kantornya, Tangerang, Jumat (3/2/2012).
Meski demikian, Elisa mengaku belum ada komitmen apapun dari perbankan. Penjajakan pinjaman baru akan perseroan lakukan saat kontrak pembelian armada, mulai dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total uang muka yang dibutuhkan perseroan untuk mendatangkan 97 unit pesawat sekitar US$ 430 juta. Sebanyak Rp 1,4 triliun akan dihabiskan tahun ini untuk membayar uang muka, plus Rp 420 miliar sebagai security deposit.
Seperti diketahui, Garuda naikkan jumlah pemesanan pesawat dari 36 pesawat menjadi 97 pesawat. Lanjut Elisa Lumbantoruan, dana sisa IPO sebesar Rp 1,779 triliun siap dibelanjakan.
Hingga 2016 perseroan akan menambah armada dengan lima tipe yang berbeda. Diantaranya, 20 unit Boeing 737-800NG dari rencana pembelian sebelumnya 10 unit. Juga ada 10 unit Boeing 777-300ER.
Armada Airbus A330-200 juga ditambah, dari rencana awal 6 unit menjadi 24 unit. Terdapat juga pesawat tipe narrow-body sebanyak 25 unit, dan terakhir 18 unit tipe sub-100, atau tipe sejenis.
(wep/hen)











































