"Kalau itu (subdebt) itu planning ada, sekitar US$ 200 juta sampai US$ 500 juta," kata Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Dikatakan Gatot, rencana tersebut masih harus melihat kondisi pasar global. Terutama peringkat surat utang baik di Amerika Serikat, pun di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi likuiditas dan permodalan sendiri, Gatot mengatakan BNI saat ini masih cukup aman dan kuat. Pasalnya, BNI masih memiliki permodalan yang cukup dari hasil penawaran umum terbatas (rights issue) saham pada akhir tahun 2010 lalu.
"Dari likuiditas oke, modal oke. Tapi kita mau tumbuh yang berkualitas. CAR (rasio kecukupan modal) kita sekitar 15-16% di akhir 2011. Tier I sekitar 14-15%, tier II nol. Ini kalau mau subdebt kita mau rating dulu," katanya.
Masuk tahun 2012 sendiri, lanjutnya, perseroan mematok pertumbuhan kredit sebesar 19%, sedikit di bawah industri perbankan yang sebesar 20-22%.
(dru/ang)











































