Pemegang Saham Indosiar Setujui Delisting dan Go Private
Kamis, 29 Jul 2004 17:46 WIB
Jakarta - Setelah mengalami kontroversi mengenai harga, pemegang saham PT Indosiar Visual Mandiri Tbk (IVM) akhirnya menyetujui penghapusan pencatatan (delisting) dan go private perseroan. Dengan demikian, nantinya pencatatan (listing) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan digantikan induknya PT Indosiar Karya Media Tbk (IKM).Hal itu merupakan salah satu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantor Indosiar, Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (29/7/2004).RUPSLB juga menyetujui harga Rp 551 per saham bagi yang ingin menjual saham yang dimilikinya atau tidak ingin menukarkan sahamnya ke IKM melalui pembeli siaga PT Prima Visualindo. Disebutkan, dalam RUPSLB tidak ada usulan harga baru dimana seluruh pemegang saham menyetujui harga Rp 551 yang diusulkan manajemen.Menurut Direktur Keuangan Indosiar, Phiong Phillipus Dharma, jumlah pemegang saham yang menyetujui restrukturisasi perusahaan mencapai 98,6 persen. Sedangkan yang tidak setuju 0,01 persen dan sisanya tidak menyatakan pendapat. Saat ini, saham Indosiar dipegang publik 43 persen, pendiri 27 persen dan TDM Assets Management 29 persen lebih.Dengan disetujuinya restrukturisasi tersebut, maka penawaran umum saham IKM hanya diberikan kepada pemegang saham IVM dengan cara penukaran saham (share swap) dengan rasio 1:1. Sedangkan yang tidak menyetujui sahamnya akan dibeli oleh pembeli siaga dengan harga Rp 551 per saham. Sedangkan untuk pemegang waran seri 2, hanya diberi satu opsi yaitu hanya bisa menukarkan sahamnya dengan saham IKM.Menurut Phiong, proses listing IKM akan dilakukan pada awal Oktober 2004, dimana dalam jangka waktu beberapa hari secara bersamaan akan dilakukan proses delisting IVM. Namun demikian, setelah IKM listing, perseroan memberikan waktu satu bulan kepada pemegang saham apakah sahamnya ingin ditukar atau dijual.Sedangkan Direktur Utama Indosiar Handoko mengatakan, persetujuan restrukturisasi ini akan memberi peluang yang lebih besar bagi perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha serta membuka peluang masuknya investor asing yang lebih banyak, dimana jika melalui IVM, investor asing hanya boleh memiliki 20 persen saham.Ke depan, Indosiar berencana melakukan akuisisi di bidang media. Namun rencana akuisisi tersebut belum bisa dilakukan tahun ini. "Tahun ini kita fokus restrukturisasi dulu. Tapi ke depannya akuisisi atau diversifikasi yang lain selama menguntungkan akan dilakukan," kata Phiong.Pada penutupan perdagangan saham di BEJ hari ini, saham Indosiar (IDSR) stagnan di level Rp 550.
(ani/)











































