Demikian disampaikan Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
"Karena takut terdilusi. Nanti jadi minoritas kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Izin rights issue masih on, tapi kelihatannya akan membutuhkan APBN-P, kalau APBN-P ya akhir Desember. Kalau Desember ya apakah itu bisa dihitung rights issue di 2012. Izinnya masih on tapi belum tentu di 2012. Izinnya disetujui oleh menteri, oleh Menkeu juga sudah tapi masih akan diisi dari APBN-P atau penyertaan modal negara," pungkasnya.
Sebelumnya, Adhi Karya berencana menerbitkan saham baru dengan target perolehan dana sekitar Rp 800 miliar. Dananya akan digunakan untuk pengembangan perusahaan, termasuk untuk masuk ke bisnis IPP (independent powerplant project). Tahun ini, Adhi Karya mencanangkan capex sebesar Rp 100 miliar.
Adhi Karya juga telah mendapatkan proyek pembangunan Menara 100 lantai di Sudirman Central Business District (SCBD).
Adhi Karya sendiri membidik laba bersih Rp 204,64 miliar tahun 2012 ini. Pencapaian ini meningkat 2,17% dari perkiraan laba 2011, yang akan ditutup pada kisaran Rp 183,37 miliar. Hingga November 2011, perseroan meraih pendapatan usaha Rp 4,91 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,36 triliun. Posisi laba bersih November juga naik tipis dari Rp 131,21 miliar menjadi Rp 147,1 miliar.
(nia/dnl)











































