Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Kamis (9/2/2012), sebelumnya perseroan sudah menerbitkan surat utang berkelanjutan tahap I senilai Rp 1 triliun tahun lalu.
Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kembali menawarkan obligasi yang akan akan diterbitkan dalam empat seri. Tiap seri memiliki nilai dan tingkat bunga yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seri C senilai Rp 200 miliar berbunga 7,5% dengan tenor lima, sedangkan yang terakhir seri D sebesar Rp 500 miliar dengan kupon 7,75%, seri ini berjangka waktu tujuh tahun.
Perusahaan plat merah itu akan menggunakan 30% dari dana hasil obligasi ini untuk modal kerja, yakni menyalurkan kredit kepada masyarakat. Sementara 70% sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan.
Obligasi ini telah mendapat peringkat idAA+ dari Pefindo. PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities, PT Indomitra Securities dan PT Valbury Asia Sekuritas berperan sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi (underwritter) dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk.
Obligasi ini telah akan ditawarkan pada 9 Februari dengan masa penjatahan 10 Februari. Sementara pencatatan surat utang ini di bursa akan dilakukan pada 15 Februari.
(ang/qom)











































