Pelaksanaan penerbitan saham rencananya terselenggara pada triwulan II-2012. Demikian disampaikan Direktur Utama TBIG, Herman Setya Budi di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Penyerapan saham baru TBIG oleh Indosat merupakan bagian dari sisa pembayaran pengalihan aset menara ke Tower Bersama. Sebelum menerbitkan saham baru, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rups luar biasa di April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan jadi pemegang 5% saham kami nantinya. Karena saat kami keluarkan mereka yang mengeksekusi," tambah Herman.
Berdasarkan keterangan TBIG, perseroan dengan Indosat telah menandatangani perjanjian pembelian 2.500 aset menara dan penyewaan space atas menara tersebut kepada Indosat. Total nilai sebesar US$ 406 juta dengan potensi tambahan earn-out sampai maksimum sebesar US$ 113 juta.
Pembayaran US$ 406 juta berasal dari kas internal dan saham baru TBIG yang akan diterbitkan. "Penerbitan saham baru tersebut akan didasarkan pada trailing harga pasar dalam periode sebelum closing," jelas Chief Executive Officer TBIG Hardi Wijaya Liong.
Per 1 Januari 2011, TBIG memiliki 3.104 sites dan 4.729 penyewaan. "Kami mengakhiri tahun 2011 dengan 4.868 sites dan 7.002 penyewaan, dimana angka ini menunjukkan kenaikan masing-masing sebesar 57% dan 48% untuk sites dan penyewaan," ucapnya.
Akuisisi 2.500 aset menara ini, termasuk penyewaan dari Indosat dan pihak ketiga, akan menambah jumlah sites TBIG menjadi 7.368 sites dan penyewaan menjadi lebih dari 10.000 penyewaan.
"Dengan penambahan menara tentu akan menambah potensi revenue perseroan secara signifikan. Bisnis menara seperti hotel, semakin ramai maka semakian baik," pungkas Herman.
(wep/ang)











































