Demikian disampaikan Direktur dan Corporate Secretary DSSA, Hermawan Tarjono di Jakarta, Senin (13/2/2012). DSSA mempercayakan pembangunan PLTU IPP Sumsel-5 kepada perusahaan China.
“Total nilai ini mencapai US$ 300 juta, yang terbagi dari kas internal dan perbankan,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pendanaan masih dicari. Bisa dari China atau yang lain. Kita cari yang mana yang lebih murah saja. Pinjaman akan mencapai 70%-80% dari kontrak, sisanya dari internal,” tambah Hermawan.
DSSA pada 11 Februari lalu telah menyepakati perjanjian dengan kontraktor. China National Electric Engineering Co., Ltd akan menggarap equipment supply, sedangkan Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd mengerjakan design engineering and construvction.
“Penandatanganan kedua kontrak ini sebagai tindak lanjut penunjukan DSSP oleh PLN,” katanya.
Pembangunan pembangkit ini akan berlangsung selama tiga tahun. Jadwal operasi PLTU IPP Sumsel-5 mulai di 2015. Perseroan hingga kini masih fokus pada pengerjaan satu PLTU saja.
“Sampai saat ini satu dulu. Pembangunan berlangsung selama tiga tahun,” paparnya. DSSA memang pada 3 November 2011 telah menandatangani kontrak Power Purchase Agreement (PPA) proyek IPP dengan PLN.
(wep/ang)











































