Caplok 2 Tambang Batubara, United Tractor Siapkan US$ 700 Juta

Caplok 2 Tambang Batubara, United Tractor Siapkan US$ 700 Juta

- detikFinance
Senin, 20 Feb 2012 13:02 WIB
Caplok 2 Tambang Batubara, United Tractor Siapkan US$ 700 Juta
Jakarta - PT United Tractor Tbk (UNTR) akan menyelesaikan akuisisi dua kuasa pertambangan (KP) pada Maret 2012. Penyelesaian akuisisi ini akan menopang bisnis perseroan dan tidak terlalu tergantung pada penjualan alat berat dan kontraktor pertambangan.

"Mudah-mudahan selesai Maret. Kita menggunakan dana rights issue yang US$ 700 juta," kata Presiden Direktur UNTR Joko Pranoto dalam ulang tahun grup Astra di kantornya, Sunter, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Ia menambahkan, dua lahan pertambangan ini berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Potensi batubara di kedua lahan ini sangat menjanjikan dengan kandungan batubara 6.000 kcal-6.300 kcal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini ada dua lagi. Kita akan akuisisi dengan umur yang panjang," jelas Joko. Dengan penambahan akuisisi ini, bisnis UNTR akan meningkat 10%-15%.

Presiden Direktur ASII, Priyono Sugiarto menambahkan, pihaknya telah menyiapkan dana investasi Rp 4 triliun khusus untuk bisnis pembiayaan alat berat dan pertambangan. "Pokoknya untuk UT dan Pama (Persada) Rp 4 triliun. Kita dalam dua tahun terakhir sudah menguasi enam tambang, di Sumatera dan Kalimantan. Akan ada lagi tahun ini," imbuhnya.

Kapitalisasi Pasar Astra Sentuh Rp 317 Triliun

PT Astra International Tbk (ASII) tercatat menjadi salah satu emiten terbesar dari sisi kapitalisasi pasar (market cap). Hingga 26 Januari 2012, kapitalisasi pasar perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 317 triliun.

Priyono Sugiarto menyebut, angka ini menjadikan ASII sebagai perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi terbesar di pasar modal Indonesia.

"Selama 55 tahun berkarya di Indonesia, total kapitalisasi pasar kami per 26 Januari 2012 mencapai Rp 317 triliun atau 9% dari total kapitalisasi pasar di bursa Indonesia," ungkap Priyono.

Dengan jumlah karyawan mencapai 106.000 dengan enam divisi usaha Astra serta 10 juta pelanggan membuat pihaknya semakin optimistis melihat prospek bisnis ke depan. "Dengan membangun Astra yang baik, maka kami juga ikut membangun Indonesia," pungkasnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads