Kabar ini terdengar hingga telinga Michael Tjoajadi, President Director, PT Schroder Investment Management Indonesia. "Dua sampai tiga company dari Korea untuk approach ke pasar Indonesia," katanya dalam diskusi bersama wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (20/2/2012).
Ketiga MI asal negara ginseng ini, berdasarkan informasi adalah perusahaan aset manajemen yang aktif dengan total dana kelolaan yang cukup besar. Bahkan Michael menyebut mereka ini adalah bagian dari 10 besar perusahaan MI di Korea. Namun sayang ia tidak mau menyebut identitas MI tersebut.
Tidak hanya MI asal Korea, perusahaan serupa asal Jepang juga dikabarkan aktif menjajaki pasar Indonesia dan berupaya mendapat izin operasi dari Bapepan-LK.
"Setau saya ada juga yang dari Jepang. Tidak hanya asing, lokal pun juga mau masuk," papar Michael.
Ia pun paham bagaimana ekspansifnya MI asing untuk masuk pasar dalam negeri. Potensi investasi Indonesia masih sangat besar. Dengan perdapatan per kapita yang terus naik, sektor investasi menjadi seksi selain pasar konsumer yang juga bertumbuh.
"Potensi aset management di equity besar. Ada juga potensi dari capital market, dan besarnya saving akibat income per kapita yang naik. Belum lagi dana pensiun yang terus mencatat kenaikan dana kelolaan. Ini masih belum dihitung dari individu dan produk unit link asuransi," pungkasnya.
(wep/ang)











































