Tunggu Perkembangan Yunani, IHSG Naik Tipis

Tunggu Perkembangan Yunani, IHSG Naik Tipis

- detikFinance
Selasa, 21 Feb 2012 09:36 WIB
Tunggu Perkembangan Yunani, IHSG Naik Tipis
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 9 poin sambil menanti perkembangan dana talangan Yunani. Investor masih lakukan aksi tunggu sambil memburu saham-saham murah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.050 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 9,157 poin (0,23%) ke level 3.989,410. Sedangkan Indeks lQ 45 menguat tipis 2,332 poin (0,34%) ke level 696,355.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Selasa (21/2/2012), IHSG menguat tipis 5,480 poin (0,14%) ke level 3.985,733. Indeks LQ 45 naik tipis 1,404 poin (0,20%) ke level 695,427.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG bertambah 6,186 poin (0,16%) ke level 3.986,439. Sementara Indeks LQ 45 menanjak sedikit 1,441 poin (0,21%) ke level 695,464.

Kemarin, IHSG berbalik arah ke teritori positif di menit-menit terakhir akibat aksi beli selektif di tengah perdagangan yang sepi. IHSG sepi karena investor masih terus menunggu perkembangan dari penanganan krisis Yunani.

Perkembangan dari pemberian bailout Yunani masih menjadi sentimen utama yang menentukan arah pergerakan IHSG. Sementara bursa Wall Street hari Senin kemarin libur.

Bursa-bursa di regional bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam menanti perkembangan situasi di Eropa tersebut. Hanya bursa saham China yang masih mampu menguat.

Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 5,40 poin (0,23%) ke level 2.369,00.  
  • Indeks Hang Seng turun 57,40 poin (0,27%) ke level 21.367,39.  
  • Indeks Nikkei 225 menipis 2,36 poin (0,02%) ke level 9.482,73.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,25 poin (0,04%) ke level 3.019,94.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 9.050 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads