NISP Gandeng Investor Asing untuk Tambah Modal

NISP Gandeng Investor Asing untuk Tambah Modal

- detikFinance
Senin, 02 Agu 2004 15:59 WIB
Jakarta - Bank NISP berencana menaikkan modal perseroan dengan melakukan pinjaman bilateral kepada tiga investor asing. Salah satunya adalah International Finance Corporation (IFC) yang juga pemegang saham NISP."Untuk menambah dana jangka panjang kami akan melakukan pinjaman bilateral. Saat ini sudah ada tiga investor asing yang sedang dalam masa pembicaraan, diharapkan pada kuartal III 2004 pinjaman itu sudah selesai. Soal IFC kita belum bisa cerita banyak karena terkait agreement, yang jelas meraka selalu mensuport kebutuhan NISP," ungkap Dirut Bank NISP Pramukti Surdaudaja dalam jumpa pers di Hotel Grand Hyatt, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Senin, (2/8/2004).Dijelaskan Pramukti, hingga Juni 2004 modal pesreroan sebesar Rp 1,316 triliun yang merupakan 11 persen dari total dana yang ada di bank tersebut, termasuk dana pihak ketiga yang sebesar Rp 13,016 triliun."Dari 11 persen itu kita akan tingkatkan menjadi 15 persen," kata dia sambil menambahkan selama semester I 2004, Bank NISP mengalami kenaikan lama bersih sebesar 75 persen menjadi Rp 124 miliar dibandingkan Juni 2003 yang sebesar Rp 71 miliar.Hal ini karena adanya kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 55 persen menjadi Rp 303 miliar dibandingkan Juni 2003 yang sebesar Rp 196 miliar. Sedangkan, total kredit naik 27 persen menjadi Rp 8,954 triliun dibandingkan Juni 2003 sebesar Rp 7,040 triliun.Untuk DPK juga naik 22 persen pada Juni 2004 menjadi Rp 11,699 triliun dibandingkan Juni 2003 sebesar Rp 9,620 triliun. Bank NISP juga mencapai CAR 14,6 persen, LDR sebesar 78,16 persen dan NPL stabil 1,21 persen. Hingga akhir tahun 2004 NISP menargetkan kredit baru sebesar Rp 3 triliun-Rp 4 triliun, sehingga total kredit mencapai 12 triliun dibanding saat ini yang sebesar Rp 9,7 triliun.Diakui Pramukti, kredit baru yang baru disalurkan sebanyak Rp 1 triliun atau belum memenuhi target karena adanya perlambatan pertumbuhan kredit. Pasalnya, untuk pasar korporasi sudah mengalami titik jenuh meski untuk kredit konsumen sudah mencapai target.Untuk laba bersih hingga akhir tahun 2004 diperkirakan tumbuh 30-40 persen, termasuk pendapatan bunga. Sedangkan untuk kredit pada tahun 2004 diperkirakan hanya naik 15-25 persen lebih rendah dibanding tahun lalu yang bisa mencapai 40 persen. (mi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads