"Kami perkirakan earning sampai akhir tahun ini bisa tembus Rp 200 triliun. Pencapaian ini akan melebihi dari tahun 2010 Rp 173 triliun. Per September (triwulan III) tahun lalu saja, sudah melebihi pencapaian satu tahun di 2010," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di kampus FE UI, Depok, Kamis (23/2/2012).
Tren kenaikan total laba emiten telah terjadi beberapa tahun kebelakang. Berdasarkan catatan Ito, pencapaian laba 2010 saja mengalami pertumbuhan 39% dibandingkan 2009. Hampir seluruh emiten di segala sektor mencatatkan pertumbuhan laba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2012 tren pertumbuhan laba juga akan terjadi. Ito memprediksi total earning emiten tahun ini minimal mencapai 20%.
Dengan kondisi pasar modal yang semakin seksi ini tentu akan menarik lebig banyak investor asing. Apalagi, Indonesia telah menyandang peringkat Investment Grade dan tidak banyak pilihan wadah investasi ditengah kondisi global yang krisis.
"Asing telah meningkatkan investasi di pasar saham Indonesia dalam enam tahun terakhir. Apalagi dengan peringkat utang dari Fitch, akan semakin memicu. Meski peringkat ini sedikit terlambat. Pemberian investment grade karena pemerintah berhasil dalam menjual obligasi sukuk di Timur Tengah dengan yield (imbal hasil) 4%," jelas Ito.
Atas dasar tersebut, Ito menilai wajar jika valuasi saham-saham di Indonesia berkategori premium, atau relatif mahal dibanding bursa lain di Asia. "Memang bisa dibilang harga saham kita sudah premium. Tetapi jika dibandingkan dengan kemampuan emiten dalam mencetak laba, itu wajar saja," imbuhnya.
(wep/dru)











































