Bursa Regional Menanjak, IHSG Malah Melempem

Bursa Regional Menanjak, IHSG Malah Melempem

- detikFinance
Senin, 27 Feb 2012 09:36 WIB
Bursa Regional Menanjak, IHSG Malah Melempem
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sendirian di tengah penguatan bursa-bursa regional. Sentimen kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tingginya inflasi masih menghantui indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 9.100 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.060 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 1,674 poin (0,04%) ke level 3.892,888. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 0,426 poin (0,06%) ke level 671,223.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan awal pekan, Senin (27/2/2012), IHSG jatuh 18,207 poin (0,47%) ke level 3.876,355. Indeks LQ 45 ambles 4,310 poin (0,64%) ke level 667,339.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG turun 26,730 poin (0,69%) ke level 3.867,478. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,262 poin (0,93%) ke level 665,387.

Akhir pekan lalu, IHSG jatuh 1,6% dihantam rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kekhawatiran akan tingginya inflasi menjadi katalis negatif bagi IHSG.

Indeks saham di Wall Street AS pada akhir pekan lalu ditutup mixed dengan volume perdagangan saham yang rendah. Namun, indeks S&P 500 mendekati level tertinggi sejak peristiwa jatuhnya Lehman Brothers di 2008.

Sentimen positif membaiknya ekonomi AS itu membuat bursa-bursa saham di Asia kompak menghijau. Bahkan bursa saham Jepang menembus posisi tertingginya sejak tujuh bulan lalu atau Agustus 2011.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,37 poin (0,51%) ke level 2.452,00.
  • Indeks Hang Seng menanjak 132,01 poin (0,62%) ke level 21.538,87.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 52,37 poin (0,54%) ke level 9.699,75.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,15 poin (0,04%) ke level 2.979,23.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 9.100 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.060 per dolar AS.


(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads