Tekanan Naiknya Harga BBM Mulai Mereda

Tekanan Naiknya Harga BBM Mulai Mereda

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2012 08:45 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 33 poin berbarengan dengan anjloknya nilai tukar rupiah. Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar mentah (BBM) menjadi sentimen negatif.

Pelaku pasar menyikapi rencana pembatasan BBM dengan terlalu berlebihan, padahal implementasinya masih dalam beberapa bulan ke depan. Namun, memang beberapa pedagang ada yang sudah menaikkan harga jualnya dalam menyabut hal ini.

Reaksi negatif pasar ini biasanya hanya sementara. Begitu inflasi kembali melandai, indeks akan kembali menguat. Hari ini diperkirakan tekanan terhadap indeks akan sedikit mereda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks acuan S&P 500 ditutup bertahan di posisi tertingginya sejak tahun 2008 lalu pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat. Indeks tersebut menguat untuk hari ketiganya setelah lonjakan harga minyak mulai mereda ditambah data perumahan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik.

Pada perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun tipis 1,44 poin (0,01%) ke level 12.981,51. Indeks Standard & Poor's 500 naik 1,85 poin (0,14%) ke level 1.367,59. Indeks Komposit Nasdaq menguat 2,41 poin (0,08%) ke level 2.966,16.

Bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 97,54 poin (1,01%) ke level 9.536,39.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 5,00 poin (0,17%) ke level 2.951,78.  
  • Indeks KOSPI naik 4,50 poin (0,23%) ke level 1.995,66.  

Berikut rekomendasi saham hari ini:

eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG terkoreksi dalam empat terakhir dan mendekati Support jangka panjangnya MA 200 di 3830. Indikator Stochastic dan RSI bergerak downtrend menuju area oversold sementara Candlestick telah berada di luar garis Lower Bollinger Bandnya. Pada perdagangan Selasa (28/2), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3830-3896 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l ASII dan JSMR.

Panin Sekuritas
Ketidakpastian dari waktu kenaikan harga BBM serta ancaman tingginya inflasi masih membayangi pergerakan pasar pada perdagangan kemarin. Kami melihat pasar masih over-reacted terhadap rencana kenaikan BBM. Ketidakpastian akan menyebabkan pedagang menaikkan harga terlebih dahulu sebelum harga BBM dinaikkan. Hal ini yang ditenggarai menyebabkan setiap kenaikan harga BBM selalu diikuti oleh inflasi yang tinggi dan juga reaksi negatif dari pasar finansial. Disisi lain, berkaca pada beberapa kenaikan harga BBM yang terjadi sebelumnya. Reaksi negatif pasar ini biasanya hanya sementara. Begitu inflasi kembali melandai, biasanya indeks akan kembali bergerak menguat. Sementara untuk hari ini kami melihat tekanan terhadap indeks akan sedikit mereda. Saham bluechip terlihat mulai memasuki area oversold meski belum ada sinyal pembalikan arah (reversal). Kisaran support-resistance hari ini 3.832-3.900.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads