Menurut manajemen LSIP dalam siaran persnya, Rabu (29/2/2012), pencapaian ini ditopang penjualan yang tercatat Rp 4,69 triliun atau naik 30,4% dari sebelumnya Rp 3,59 triliun. Terjadi kenaikan volume jual kelapa sawit dan benih bibit sawit. Penjualan juga ditopang oleh kenaikan harga komoditas, terutama sawit dan karet.
Kontribusi penjualan sawit sepanjang 2011 tercatat 80,5%, disusul kemudian karet 12,7%, benih 5,9%, dan lain-lain. Laba kotor pun mengikuti kenaikan pendapatan. Dimana laba ini naik 33,4% menjadi Rp 2,36 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur Perseroan, Benny Tjoeng mengatakan, produksi sawit perseroan juga mengalami peningkatan menjadi 442,9 ribu ton. Sedangkan inti sawit 106,7 ribu ton. Produk keduanya naik 21% dan 15% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Hasil produksi yang kuat serta ditunjang oleh harga komoditas yang mendukung, telah menghasilkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan," kata Benny.
(wep/dru)











































