Dua anak usaha salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yaitu PT Phapros Tbk dan PT Perkebunan Mitra Organ akan melangsungkan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) di tahun 2014.
Menurut Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro, dari sekian banyak anak usaha perusahaan plat merah itu, baru dua perusahaan yang disebutkan tadi yang dirasa siap untuk menjadi perusahaan terbuka.
"Ada 2 perusahaan yang sangat memungkinkan dan bahkan satu itu sudah Tbk (terbuka) tetapi non listed yaitu Phapros. Tetapi ke depannya, saya akan Tbk-kan penuh, paling lambat 2014 itu harus di Tbk penuh," katanya kepada detikFinance, Jumat (2/3/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang digunakan hasil IPO itu akan digunakan untuk pengembangan usaha. Contohnya, Mitra Organ, akan memperluas lahannya dari 36 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar dalam jangka waktu lima tahun.
Seperti diketahui, Phapros adalah anak usaha RNI yang memproduksi & memasarkan produk farmasi. Phapros yang terdaftar di pasar saham namun tanpa ticker ini memiliki pabrik di Semarang, dengan kantor pusat di Jakarta.
Phapros telah memproduksi 342 jenis obat, 313 diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri (non-lisensi), antara lain Antimo, Antimo Anak, Livron B plex, Noza, Supra Livron, dan X-gra.
Sementara, Mitra Organ adalah anak usaha perseroan yang bergerak di bidang usaha perkebunan sawit dan karet di Sumatera Selatan.
(ang/rrd)











































