Menurut Direktur Utama PTBA Milawarma, peningkatan harga batu bara dan produksi yang bertambah menjadi pemicu peningkatan pendapatan bersih BUMN pertambangan ini sepanjang 2012.
"Kita harapkan bisa Rp 13,5 triliun. Dengan segitu aja bisa naik 70%," katanya di kantor pusat PTBA, Jakarta, Selasa (5/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, harga batu bara yang dikirim mulai tahun 2012 diperkirakan naik pada kisaran 3%-10%. "Harga batu bara waktu itu ada indikasi turun, karena China turun. Tapi dari terakhir, Indikasi malah kebalikan. Mulai ada peningkatan harga batu bara. Masih menunggu produsen Australia yang akan kirim batu bara dalam jumlah besar dengan perusahaan Jepang.
"Juga ada indikasi minyak dunia naik karena pembatasan perdagangan minyak Iran. Kalau minyak naik, coal naik. Saat ini juga sudah banyak perusahaan China yang berburu batu bara ke PTBA, dan produksi juga sudah full operation," paparnya.
Volume angkutan juga diharapkan naik, karena adanya komitmen dari PT Kereta Api. Distribusi emas hitam ini akan naik menjadi 15,6 juta ton. Masing-masing 12,9 juta ton ke Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung, kemudian 2,7 juta ton ke Dermaga Kertapati di Palembang.
(wep/ang)











































