Dahlan Iskan Jajakan Saham Murah Garuda ke Investor Lokal Selama Sebulan

Dahlan Iskan Jajakan Saham Murah Garuda ke Investor Lokal Selama Sebulan

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 06 Mar 2012 17:50 WIB
Dahlan Iskan Jajakan Saham Murah Garuda ke Investor Lokal Selama Sebulan
Jakarta - Pengusaha dalam negeri diharapkan berminat memiliki saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi waktu hingga akhir April kepada mereka yang tertarik saham Garuda milik PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas ini.

Kapan periode penawaran saham Garuda kepada pengusaha lokal Pak? Tanya wartawan. "Saya kira sampai akhir bulan ini," jelas Dahlan di kantornya, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Dahlan pun berharap, saham Garuda bisa dilepas pada harga pasar. Artinya tidak akan ada penetapan harga khusus atau premium untuk investor manapun. "Harusnya pakai harga pasar saja," ucap Dahlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham Gauda ditutup turun 10 poin (-1,72%) ke level Rp 570 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 211 kali dengan volume 14.730 lot senilai Rp 4,206 miliar.

Posisi saham tersebut masih belum kembali ke harga IPO di Rp 750 per lembar. Posisi tertinggi yang pernah diraih saham Garuda setelah IPO adalah di Rp 650 per saham pada 8 Februari 2012 lalu.

Sebelumnya Dahlan mengaku sedih karena peminat saham Garuda yang dimiliki tiga BUMN sekuritas seluruhnya adalah investor asing. Tidak satupun pengusaha lokal melirik saham yang dianggap terlalu mahal tersebut.

"Sekuritas yang pegang saham Garuda, sudah ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang tertarik. Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa nggak ada pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya.

"Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tegas Dahlan.

Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar.

Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham Garuda dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Garuda.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads