Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak menginginkan menjual saham 'sisa' PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) ke perusahaan asing. Oleh karena itu Dahlan menginginkan pembeli saham yang masih ada di beberapa sekuritas ini dibeli investor lokal.
Dahlan menyampaikan, keinginan ini didukung dari aspirasi masyarakat. Dimana jangan lagi ada perusahaan negara yang dimiliki asing.
"Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke asing. Waktunya sekarang justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah ekspansi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi pemegang saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.
Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar karena dianggap terlalu mahal.
Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh GIAA.
(dru/dnl)










































