Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan, calon emiten tentu menantikan pasar global membaik. Terlebih periode Maret 2012, Eropa masih was-was dengan rencana debt swap yang dilakukan pemegang surat utang swasta Yunani.
Kondisi ekonomi AS pun belum pulih benar, hingga mempengaruhi saham Indonesia. Banyak sentimen negatif yang menyelimuti IHSG, hingga pergerakannya cenderung menurun.
"Minat perusahaan masih banyak. Namun tentu mereka menimbang sentimen pasar. Apalagi yang ingin jual (saham perdana) adalah lintas negara, Eropa, dan Amerika Serikat. Mereka tunggu saat kondisi lebih baik," kata Eddy di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Nyaris belum ada calon emiten yang menyatakan minat listing di bursa Indonesia pada awal tahun ini. Hingga awal Maret hanya tiga perseroan yang melakukan listing, yakni PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE), PT Minapadi Investama Tbk (PADI) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).
"Proses yang di kuartal I kan memang sisa tahun lalu. Saya diskusi dengan underwriter, mereka ada beberapa yang digarap. Namun menggunakan buku (laporan keuangan) Desember. Hingga paling cepat akhir Maret atau April baru masuk. Namun kami masih optimis dengan 2012," tambahnya.
Eddy memperkirakan pada triwulan II minimal akan lima perseroan yang mencatatkan saham perdananya.
(wep/ang)











































