Demikian disampaikan Juru Bicara BI Difi Johansyah dalam siaran pers hasil Rapat Dewan Gubernur Maret 2012 di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
"Namun secara rata-rata menguat 0,69% (mtm) menjadi Rp 8.998 per dolar AS," tutur Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk menjaga keseimbangan pasar domestik, Bank Indonesia terus memonitor dan menempuh langkah stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui pasar valas maupun pasar sekunder SBN," terang Difi.
Selain itu Difi mengungkapkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2012 diperkirakan akan mencatat surplus yang lebih kecil. Hal ini sejalan dengan defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2012 yang diperkirakan membesar seiring dengan melambatnya ekspor di tengah impor yang masih tetap tinggi seiring dengan aktivitas ekonomi domestik yang kuat dan tingginya konsumsi BBM.
Sementara itu, surplus transaksi modal dan keuangan mengalami penurunan karena arus masuk investasi portofolio yang lebih rendah.
"Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa sampai dengan akhir Februari 2012 mencapai 112,2 miliar dolar AS, atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," tutup Difi.
(dru/ang)











































