"Kita masih yakin di semeter II akan dimulai," kata Fadwar di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/3/2012).
Sayangnya, Fazwar belum mengetahui rinci kebutuhan dana Initial Public Offering (IPO). Namun dana ini menjadi pelengkap biaya investasi dalam rangka peningkatan produksi besi beton siku (tulangan) dan besi profile dari 280 ribu ton per tahun menjadi 600 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam menaikan kapasitas, kajiannya kita butuh dana US$ 75 juta-US$ 85 juta," tegasnya.
Rencana IPO Krakatau Wajatama sejatinya terlaksana 2011. Namun karena krisis dan alasan penguatan fundamental perusahaan, pelepasan saham ke publik tertunda hingga tahun ini.
Fadwar sebelumnya menyebut siap melepas 20% saham Krakatau Wajatama ke publik. Krakatau Wajatama adalah salah satu dari sembilan anak usaha KRAS.
Selain Wajatama, KRAS punya PT Krakatau Daya Listrik, PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Sumatera, PT KHI Pipe Industries, PT Meratus Jaya Iron Steel, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Engineering, PT Krakatau Information & Technology, dan PT Krakatau Medika.
(ang/ang)











































