Morgan Stanley Jajaki Peluang Beroperasi di Indonesia
Kamis, 05 Agu 2004 12:32 WIB
Jakarta - Perusahaan manajer investasi asing, Morgan Stanley, menjajaki peluang untuk beroperasi di Indonesia. Namun belum bisa dipastikan kapan Morgan Stanley akan mulai beroperasi di Indonesia."Morgan Stanley pernah datang dan menjajaki kemungkinan untuk beroperasi di Indonesia," ungkap Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Herwidayatmo di sela-sela acara donor darah di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/8/2004).Menurut Herwid, beberapa manajer investasi sudah banyak yang beroperasi di Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka tidak menjadi anggota bursa di BEJ. Ia mencontohkan Credit Suisse First Boston yang sudah mendapat izin beroperasi di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, dimana mereka juga aktif ikut privatisasi sejumlah BUMN.Sedangkan mengenai perusahaan efek asal Jerman, Deutsche Securities, yang sebelumnya aktif di pasar Surat Utang Negara, disebutkan Herwid, dalam waktu dekat juga akan menjadi anggota bursa BEJ. Menurutnya, beberapa perusahaan investasi asing kebanyakan memegang izin sebagai perusahaan manajer investasi, tapi tidak sebagai pedagang perantara efek.Untuk keperluan perantara efek, biasanya manajer investasi asing memakai pialang lokal. "Banyaknya manajer investasi asing yang mulai beroperasi di sini, karena mereka melihat peluang bisnis," jelas Herwid.Di tempat yang sama, Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah mengatakan Deutsche Securities, efektif beroperasi di BEJ dalam 2 bulan mendatang. Diakui, masih ada beberapa manajer investasi asing yang juga berniat menjadi anggota bursa di BEJ. Namun ia menolak mengungkapkannya. "Mungkin di Bapepam sudah minta lisensi, tapi di sini (BEJ) belum beli seat karena memang belum ada lelang," demikian Erry Firmansyah.
(ani/)











































