Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang dimiliki tiga sekuritas BUMN tidak akan dijual murah. Sebagai pemilik saham, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas menginginkan harga optimal.
Sumber yang mengetahui rencana tersebut menjelaskan, batas minimum penjualan saham GIAA miliknya adalah lebih dari Rp 750 per lembar, atau diatas harga penawaran umum BUMN Aviasi ini kala Initial Public Offering (IPO) 2011.
"Saham ini sekuritas kami dan sekuritas ingin harga yang optimum. Mereka telah proses mekanisme penjualan ini secara profesional untuk menghasilkan yang terbaik," kata sumber tersebut kepada detikFinance, Kamis (15/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak pernah mengajukan hal tersebut kepada Kementerian. Pak Menteri yang tiba-tiba saja berbicara seperti itu. Dari mereka, tidak ada angka 10%-an," timpal sumber.
Ia menegaskan, pelepasan saham GIAA miliknya sudah masuk dalam rencana kerja. BUMN Sekuritas, menurutnya, tidak mempermasalahkan siapa pembeli saham GIAA. Investor lokal atau asing menjadi sama dari sisi bisnis.
"Mereka terbuka, lakukan bidding untuk mendapat yang terbaik. Kalau yang memberi harga tinggi mereka (asing) kenapa tidak? Lagi pula Mereka melakukan tahapan-tahapan secara profesional," tegasnya.
Sebelumnya, Dahlan Iskan memberi waktu hingga akhir Maret kepada mereka yang tertarik saham Garuda milik tiga BUMN sekuritas. Sang Menteri berharap ada pengusaha lokal yang tertarik, bahkan Dahlan telah menawarkan saham-saham ini kepada lima pengusaha kakap dalam negeri Sandiaga Uno, Rachmat Gobel, dan Chairul Tanjung, serta Nirwan Bakrie dan Anthony Salim.
Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar.
Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham Garuda dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Garuda. (/)











































