Ia pun mendiskusikan berbagai rencana privatisasi BUMN itu dengan Pimpinan DPR Marzuki Ali di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
"Soal privatisasi, minta izin Semen Batu Raja go public. Diingatkan agar tidak seperti KS (Krakatau Steel), Garuda. Waktu itu kan saya nggak tahu seperti apa, kalau perlu nanti saya minta izin bagaimana saham itu dimiiliki rakyat setempat," katanya usai melakukan pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahlan, kebutuhan tambahan modal bank pelat merah itu sudah mendesak, hampir menyentuh batas bawah yang ditentukan Bank Indonesia (BI). Sementara KAEF untuk menjawab kebutuhan obat dalam negeri yang makin tinggi.
Dahlan mengatakan, banyak obat yang dibutuhkan masyarakat tidak diproduksi di Indonesia. Sehingga jika tersedia, harganya sangat mahal karena barang impor.
"Nah, karena itu kita tugaskan Kimia Farma harus menemukan obat yang terjangkau," katanya.
Selain itu, Dahlan juga membicarakan banyak privatisasi BUMN lainnya, seperti rencana pembelian PT Inti oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Juga kemungkinan mempertahankan PT Industri Sandang Nusantara dan PT Industri Gelas.
"Tadi itu bukan forum menyetujui atau tidak menyetujui, hanya forum penyampaian. Nanti prosesnya di komisi VI dan komisi XI," imbuhnya.
(ang/dnl)











































