Meski demikian, ketiganya berhasil mencetak pertumbuhan mingguan yang signifikan. Bahkan, indeks S&P 500 sudah menyentuh posisi tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Saham-saham energi memimpin penguatan bursa. Indeks sektor energi di S&P naik 1,2% dibantu oleh naiknya harga minyak mentah akibat ketegangan di Iran yang menggangu pasokan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"I think we still have room to rise, but that said, we're keeping an eye on oil, which could be a destabilizing factor if it gets too high."
Data yang dirilis pemerintah AS pada hari Jumat menyatakan industri masih tumbuh dalam sebulan terakhir. Selain itu, data pengangura AS yang turun juga ikut memberi sentimen positif.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 20,14 poin (0,15%) ke level 13.232,62. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 1,57 poin (0,11%) ke level 1.404,17 posisi tertingginya sejak 20 Mei 2008. Indeks Komposit Nasdaq turun tipis 1,11 poin (0,04%) ke level 3.055,26.
Dalam sepekan, indeks Dow Jones naik 2,4% dan Nasdaq menguat 2,2%. Sementara indeks Standard & Poor's 500 kembali naik untuk pekan kelimanya secara berturut-turut, kali ini sebanyak 2,4%.
Pekan ini merupakan kenaikan mingguan terbaik S&P sejak pertengahan Desember lalu. Indeks acuan di bursa paman sam itu berhenti di atas level 1.400.
(ang/ang)











































