Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 3 poin di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Aksi ambil untung menahan indeks di teritori negatif.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 9.170 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.175 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 6,478 poin (0,16%) ke level 4.035,015 secara secara perlahan menanjak demi poin yang lebih tinggi. Indeks masih berhasil naik meski di tengah minimnya sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,788 poin (0,12%) ke level 4.033,325 akibat minimnya sentimen positif. Investor memilih aksi tunggu sambil menanti perkembangan pasar.
Aksi ambil untung terjadi saat indeks memasuki perdagangan sesi sore. Indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 4.012,542, hampir saja kembali ke level psikologis 3.900.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (19/3/2012), IHSG ditutup menipis 3,804 poin (0,09%) ke level 4.024,733. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 0,715 poin (0,10%) ke level 694,023.
Aksi beli menjelang penutupan perdagangan kali ini gagal membawa indeks balik arah ke zona hijau. Sehingga, aksi beli itu hanya mengurangi koreksi yang diderita indeks.
Saham-saham berbasis konstruksi dan konsumer menjadi biang keladi koreksi bursa hari ini. Saham-saham tersebut rata-rata terpangkas karena aksi profit taking.
Beberapa sektor masih menguat, namun tak kuasa menahan laju koreksi IHSG. Saham-saham yang masih mampu menguat dintaranya berada di sektor agrikultur, industri dasar, infrastruktur, finansial dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 107.131 kali pada volume 3,108 miliar lembar saham senilai Rp 3,647 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 144 saham turun, dan 102 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional akhirnya bergerak mixed dengan volume dan nilai transaksi yang tipis. Beberapa masih terjebak di zona merah, seperti pasar saham Hong Kong dan Singapura.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 5,45 poin (0,23%) ke level 2.410,18. Â
- Indeks Hang Seng melemah 202,56 poin (0,95%) ke level 21.115,29. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat tipis 12,16 poin (0,12%) ke level 10.141,99. Â
- Indeks Straits Times turun 23,31 poin (0,77%) ke level 2.987,37. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.500 ke Rp 140.000, Indocement (INTP) naik Rp 1.050 ke Rp 18.350, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 900 ke Rp 6.100, dan Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 17.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 3.300 ke Rp 13.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 52.900, Indomobil (IMAS) turun Rp 700 ke Rp 14.300, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 70.500.











































