Seperti yang dilansir CNN hari ini (19/3/2012), kantor jaksa distrik Manhattan mengungkapkan, polisi menangkap paksa 74 demonstran dan menyeret mereka keluar dari Zucotti Park. Demonstran menyerukan: βKami adalah 99%β sambil mencoba membangun tenda di taman yang dulu sempat mereka duduki selama dua bulan, sebelum diciduk polisi pada pertengahan November.
Menurut Departemen Kepolisian New York (NYPD), tuduhan yang akan dibebankan kepada 74 orang itu meliputi: perilaku menyimpang, melintas tanpa izin, penganiayaan dan melawan saat penangkapan. Namun, pihak pendukung gerakan protes Wall Street balik menuduh polisi yang melakukan kekerasan pada para demonstran aksi damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerakan boikot Wall Street bermula pada 17 September tahun lalu. Para partisipan mengutuk kesenjangan upah kerja, keserakahan perusahaan dan pengaruh 1% kalangan teratas Amerika. Gerakan protes ini segera mendapat dukungan penuh dari serikat buruh. Gerakan serupa juga menyebar luas dan tumbuh cepat di berbagai kota AS dan luar negeri.
Polisi anti huru hara menyergap para demonstran yang menduduki Zucotti Park dua bulan kemudian dengan alasan kesehatan dan sanitasi. Namun aksi ini mendapat pujian dari masyarakat luas karena berhasil memunculkan dialog nasional yang membahas pengangguran dan kesenjangan antara si kaya dengan si miskin di Amerika Serikat.
(ang/ang)











































