Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin menyebut, tahun ini perseroan akan memulai pilot project rumah sakit di Jakarta. Nilai investasinya Rp 280 miliar-Rp 300 miliar, rumah sakit di bilangan Jalan Saharjo ini siap beroperasi 2013.
"Investasi rumah sakit awal sampai dengan Rp 300 miliar. Tahun ini bisa dibangun dan tahun depan bisa beroperasi," kata Syamsul di kantornya, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul menjelaskan, rumah sakit pertama di Jakarta juga menyediakan layanan hepatitis dan lever center. "Rumah sakit utamanya hepatisis, karena Indonesia negara ke-3 penderita terbanyak setelah China dan India. Tapi persentasenya kita nomor satu, karena turun menurun atau penularan," tegasnya.
Ekspansi bisnis rumah sakit menurut manajemen saat tepat, apalagi bersamaan dengan BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) yang akan berdiri 2014.
"Bahwa ke depan, rumah sakit adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Kalau bangun sekarang bisa running untuk BPJS," ucapnya.
Pembangunan rumah sakit pun dapat mendorong bisnis perseroan lebih baik. Obat-obatan hasil produksi perseoran bisa dijual di rumah sakitnya sendiri. "Ini akan punya multiplier effect. Obat kita bisa terjual. Dalam membangun bisnis kita harus punya great costumer, bisnis mudah dijalankan serta berkelanjutan," imbuh Syamsul.
(wep/dnl)










































